Rasulullah saw. bersabda : “Innama ash-Shabru ‘inda ash-shadmatil Ula.”
Bahwasanya kesabaran hanyalah ada pada pukulan yang pertama dari bala’.
Artinya, yang dinamakan sabar itu adalah sikap ikhlas kita menerima
musibah-Nya pada saat dimana kita mendapatkan musibah tersebut. Jika
kita mengatakan, saya bersabar atas ketentuanmu ya Allah, setelah
berlalunya waktu ketika ujian tersebut datang maka itu bukanlah
sebenar-benarnya kesabaran.
Sabar itu, ia menerima nasehat orang lain tanpa melihat apakah
orang itu pernah mengalami musibah yang sama atau tidak.
Bukan diawali
dengan menilai apakah nasehat itu datang dari orang bijak.
Sabar yang
sempurna itu terlihat dari reaksi spontan kita atas ujian, bukan setelah
sekian kali merevisi dan merekayasa sikap kita. Bersabarlah… karena
dengan sabar, Allah memberi kita pahala tanpa batas.
Dan ketika kita
mampu bersabar, Allah akan membersama kita. Innallaha ma’ash shabirin.
Sampai akhir hayatku tak akan lelah mencintaimu, aku sayang kamu . . .
BalasHapus