Selasa, 16 Oktober 2012

Tat kala semesta bersujud
Dalam diam hening tak berwujud
Koar jelata tak bertemu wujud
Di tengah siang harus mengendap-endap
Kala malam mengadu Tuhan pemilik nyawa

Hamparan sajadah kaum teraniaya
Terhijab di tiap aksara nurani tiada gentar
Busa di mulut kaum tirani tiada indah lagi
Hingga mulut sang jelata kian berkoar

Gemakan nurani cinta, suarakan kasih

Memaksa menggusung genta
Abjad nirwana yang terkubur
Mencipta gemuruh kebangkitan
Mengangkasa di antara tarian demo

Tak menanti sang ratu adil
De justice hanyalah mainan borjuis

Di sini
Di bumi-Mu,
Khuntum ukhrijat lin-nas
Di pundak pemakmur kalam-Mu......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar